KARANGPAWITAN – Langkah nyata dalam memperkuat basis organisasi dan syiar keagamaan ditunjukkan oleh masyarakat Desa Sindangpalay. Pada hari Sabtu, 07 Maret 2026, bertempat di Masjid Al-Ikhlas, Kp. Nyalindung 1/1, telah dilaksanakan agenda penting berupa Sosialisasi sekaligus Pembentukan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Sindangpalay.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pengurus MWC NU Kecamatan Karangpawitan. Kehadiran para jamaah dan warga setempat menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap hadirnya wadah resmi bagi warga Nahdliyin di tingkat desa.
Mengakar di Akar Rumput
Kegiatan diawali dengan sesi sosialisasi mengenai visi, misi, dan peran strategis Nahdlatul Ulama dalam menjaga tradisi keagamaan serta keutuhan NKRI. Dalam sambutannya, perwakilan panitia menekankan bahwa pembentukan PRNU bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan upaya untuk:
Menata Organisasi: Memudahkan koordinasi program kerja keagamaan dan sosial di tingkat desa.
Melestarikan Amaliah: Memastikan tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah tetap terjaga di tengah masyarakat.
Pemberdayaan Umat: Menjadi jembatan bagi program kesejahteraan, pendidikan, dan dakwah bagi warga Sindangpalay.
Musyawarah Mufakat di Masjid Al-Ikhlas
Proses pembentukan pengurus dilakukan melalui mekanisme musyawarah mufakat. Masjid Al-Ikhlas yang menjadi saksi sejarah ini dipenuhi semangat kekeluargaan saat para hadirin menentukan susunan kepengurusan, mulai dari jajaran Syuriyah hingga Tanfidziyah.
"Lahirnya PRNU di Desa Sindangpalay, khususnya dimulai dari Kp. Nyalindung ini, diharapkan menjadi cahaya baru yang mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat dalam bingkai ukhuwah Islamiyah," ujar salah satu tokoh ulama setempat.
Harapan ke Depan
Dengan terbentuknya kepengurusan yang baru, PRNU Desa Sindangpalay diharapkan segera menyusun agenda kerja yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga, seperti pengajian rutin, santunan sosial, dan pembinaan generasi muda.
Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, menandai babak baru perjuangan organisasi Nahdlatul Ulama di wilayah Desa Sindangpalay.
